Berita

Vincent Kompany Kritik Kebijakan UEFA yang Dirasa Tak Adil

Categories: Liga Europa

 

 

Vincent Kompany, the Manchester City captain, is intent on beating Manchester United and Chelsea

DataSkor.com – Pada partai kontra Sevilla, 21 Oktober 2015 lalu, suporter Manchester City melakukan aksi yang mengundang perhatian dari UEFA. Sang suporter diduga mengejek lagu “Liga Champions”. Atas aksi tersebut, kini UEFA positif membuka penyelidikan terhadap kasus tersebut. Melihat hal itu, Vincent Kompany mengkritik keputusan UEFA untuk membuka penyelidikan terhadap suporter Manchester City.

Pada 19 November 2015 nanti, UEFA bakal mengadalan rapat Komite Disiplin untuk mengambil keputusan terkait masalah yang terjadi pada 21 Oktober lalu. Apabila suporternya terbukti bersalah, Manchester City terancam menerima denda 1,35 juta poundsterling (sekitar Rp 28,6 miliar).

Kompany menilai Manchester City kerap diperlakukan tidak adil oleh UEFA. Dia membandingkan kasus ejekan yang diterima City pada 20 Oktober 2015. Para pemain City pernah menerima ejekan rasial saat bertandang ke markas CSKA Moscow. Namun, suporter CSKA tak menerima hukuman.

“Ini adalah sebuah lelucon. Kami juga menerima pelecehan rasial saat menjalani beberapa pertandingan di Eropa. Namun, kami justru menerima hukuman yang seharusnya diberikan terhadap chant rasial,” kata Kompany.

“Kami tak bisa mendapatkan dukungan suporter di Moskwa. Ada beberapa pelecehan yang tidak bisa dibenarkan. Lagi pula, lagu ‘Liga Champions’ tidak sepenuhnya suci,” tutur pemain berkebangsaan Belgia tersebut.

Apa yang dilakukan suporter City ini bukan kali pertama. Mereka kerap mengulangnya setiap pertandingan Liga Champions sebagai bentuk perlawanan terhadap Financial Fair Play yang diterapkan UEFA. Terlihat bahwa Kompany pun tidak menyalahkan tindakan suporternya. “Pada akhirnya, jika merasakan tindakannya tepat, mereka harus melakukannya,” ujarnya.